Kamis, 18 Juni 2020

Puisi : Air Mata Ibu

AIR MATA IBU

Salohot Nasution

air mata ibu

 

Ibu, hapuslah air matamu

Yang bermakna ambigu itu

Kala suka engkau teteskan air matamu

Kala duka engkau teteskan air matamu

 

Kini engkau terbujur dihadapanku

Dengan bulir-bulir air mata membasahi pipi

Kucoba mereka makna dari tetesan air matamu

Dalam gemuruh dada dan getirnya perpisahan yang membayangi

 

Lemah jemarimu menggenggam jemariku

Kurasakan kecemasan membayangimu

“Pergilah ibu, do’aku menyertaimu” bisikku

Berlahan engkau mengatupkan kedua matamu

 

Ibu, kini aku tahu makna air mata terakhirmu

Lewat senyum yang tersungging dibibirmu

 

Aceh Timur, 1 Juni 2020

 

Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Menulis Puisi tema Air Mata yang diselenggarakan oleh Penerbit Binarmedia ( @penerbit.binarmedia ) tanggal 1 Mei – 3 Juni 2020

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...