Sabtu, 03 Maret 2018

Karmina : Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya


Karmina merupakan jenis pantun yang terdiri atas dua baris. Baris pertama dari karmina merupakan sampiran dan baris keduanya merupakan isi dengan pola sajak lurus (a-a).

Karmina biasa disebut dengan pantun kilat atau pantun dua seuntai. Karmina umumnya dipakai untuk menyampaikan suatu sindiran atau ungkapan apapun secara langsung.

Awalnya, karmina berasal dari empat baris, yang disetiap barisnya terdiri dari 4-5 suku kata. Kemudian kedua baris itu diucapkan seolah-olah menjadi sebuah kalimat.


1.   Karmina terdiri dari 2 baris
2.   Karmina bersajak a-a atau b-b
3.   Baris pertama disebut sampiran
4.   Baris kedua disebut isi
5.   Pada setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata atau 4 kata
6.   Di antara sampiran dan isi tidak ada hubungan makna
7.   Mengandung dua hal yang bertentangan, yakni rayuan dan perintah
8.   Semua baris diakhiri dengan koma, kecuali pada baris keempat diakhiri dengan titik



Ada banci main mata
Rasa benci jadi cinta

ada jelaga di kereta
mata terjaga hati tertata

Ada merpati berbulu bersih
Hati-hati memilih kekasih

Ada tempayan gede tutupnya.
Anak perawan gede kentutnya.

Iklan sembilang di balik batu.
Sudah dibilang jangan mengganggu.

Ada tong rusak besinya
Orang sombong susah hidupnya

Ada udang ada garam
Ada orang banyak macam

Air panas di dalam panci
Kurang pantas memuji diri

Anak tersesat dicari ibunya
Orang sesat susah hidupnya

Api disulut di pohon jati
Lain di mulut lain di hati

Ayam jago terbang ke awan
Ayo kita menjadi kawan

Ayun-ayunan sambil makan
Lantunan Quran menakjubkan

Buah kueni dimakan hewan
Dunia ini bukan tujuan

buahnya ranum kulitnya luka
bibir tersenyum banyak yang suka

Buah nangka bentuknya bulat
Sudah tua bangka belum ingat akhirat

Bunga ditata di atas meja
Hidup kita sementara saja

Burung elang burung kutilang
Aku pulang membawa uang

Cabe Lombok buat melek mata
Hei cowok jangan main mata

Candi mendut rusak jalannya
Orang gendut banyak makannya

Candi mendut rusak jalannya
Orang gendut banyak makannya

Candi Mendut rusak jalannya.
Orang gendut banyak makannya.

Dahulu ketan sekarang ketupat
Dahulu preman sekarang ustadz

Dahulu parang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci

Dahulu sedan sekarang mercy
Dahulu teman sekarang isteri

Daun pandan sedap di masakan
Badan kecil pasti sedikit makan

Di ayunan meminum suji
keberanian adalah akhlak terpuji

Di Dunia banyak orangnya
Harta dunia bukan segalanya

Di rumpun bambu ada buaya
Kalau tak tahu hendaklah tanya

Gabah itu bahan makanan
Ibadah itu menyejukan

gelatik burung kicauan
cantik itu karna beriman

gelatik dalam rumah
cantik itu yang ramah

gelatik di pohon jati
cantik itu yang baik hati

gelatik di pohon lada
cantik itu berlapang dada

gelatik hinggap di salak
cantik itu karena akhlak

gelatik main di batu
cantik itu kalau membantu

gelatik mematuk polong
cantik itu suka menolong

gelatik mematuk ubi
cantik itu yang berbudi

gelatik terbang ke awan
cantik itu karena dermawan

Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati

Kayu Lurus dalam ladang
Kerbau kurus banyak tulang

Gula merah lagi diparut
nafsu amarah jangan diturut

Hujung bendul dalam semak
Sapi mandul banyak lemak

Ikan kakap makan kepompong
Banyak cakap suka bohong

Ikan lele beli di pasar
Persoalan sepele jangan diumbar

Ikan sembilang di balik batu
Sudah di bilang jangan mengganggu

Ikan sembilang di balik batu
Sudah dibilang jangan mengganggu

ikan toman dalam sulaman
ikuti pedoman agar hidupmu aman

indah delman sunda kelapa
tanda iman berbakti ke ibu bapak

indah taman makan tajin
tanda iman kerjanya rajin

indahnya taman alangkah sejuknya
yang beriman ada akidahnya

indahnya taman di Bengkalis
tanda iman, mukanya manis

indahnya taman di kedah
tanda iman, orangnya merendah

indahnya taman di Lima Kelok
tanda iman, perangainya elok

indahnya taman di malangbong
tanda iman orangnya tak sombong

indahnya taman tumbuh jati
tanda iman, tepati janji

indahnya taman waktu temaram
tanda iman hidupnya tentram

indahnya taman, duduk di papan
tanda iman, lakunya sopan

Jalan – jalan ke trotoar,
Walau kampungan tapi pintar.

Kata dulang paku serpih
Kata orang ia yang lebih

Kayu lurus dalam gudang
Kerbau kurus banyak tulang

Ke bilik ke dapur gulai pedas
Iitk bertelur ayam menetas

Ke siantar dengan teruna
Sudah pintar parasnya arjuna

Kelapa diparut enak rasanya
Biar perutnya gendut baik hatinya

Kiri kanan berbatang sepat
Perut kenyang ajaran dapat

Kucing belang dalam tong
Jadi orang tahu diri dong

Kue apem di tangan penari
Hati adem wajahnya berseri

kura-kura dalam perahu
pura-pura tidak tahu

Lain dulang lain kakinya
Lain orang lain hatinya

Limau purut di tepi rawa
Sakit perut sebab tertawa

mintalah obat pada kerabat
ikutlah nasehat agar selamat

Naik bis bawa terompet
Dalam bis banyak copet

Naik sampan ke sebatik
Sudah tampan orangnya simpatik

Nenek lansia mau kemana
Jadi manusia hendaknya berguna

Obor itu untuk dinyalakan
Sabar itu tak terkalahkan

Panah adalah senjata mati
Qonaah adalah kekayaan sejati

Parfum dicium harum baunya
Baca Al-Quran paham maknanya

perahu layang tenggelam karam
dengan sembahyang hatimu tentram

Pergi ke rawa ke muara pula
Sudah tak juara tak sholat pula

Buah nangka bentuknya bulat
Sudah tua bangka belum ingat akhirat

Pinggan tak retak, nasi tak dingin
Tuan tak hendak ,kami tak ingin

Pohon ditebang banyak semutnya
Si abang banyak maunya

Pohon jati burung dara
Hati-hati saat bicara

Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan binasa

Selat malaka banyak dermaga
Anak durhaka tidak akan masuk surga

Siapkanlah bekal menjelang wafat
Dengan sebarkan ilmu yang bermanfaat

Sikap senohong gelama ikan berduri
Biasa berbohong lama-lama mencuri

Sirsak nangka belanda
Pikiran rusak digoda janda

Situ Bagendit jangan dicaci.
Kakek genit digoda banci.

Sudah gaharu cendana pula
sudah tahu bertanya pula

Sudah jelatik tupai pula
Sudah cantik pandai pula

Tabtibau si puyuh padang
Hilang pisau berganti parang

Tabtibau si puyuh padang
Hilang pisau berganti pedang

Talang Betutu tempatnya padi
Akhirat itu negeri abadi

Tangkap ikan patah kailnya
Kemunafikkan besar dosanya

tari saman indah gerakannya
tanda iman lapang dadanya

Tas hitam di atas meja
Saya cakep siapa yang punya

Tiada umat sepandai Nabi
Turutlah ilmu sebelum mati

Tupai mati kucing menguburkan
Perasaan hati bukan untuk dimainkan

Ujung bendul, dalam semak.
Kerbau mandul, banyak lemak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...