Sabtu, 15 September 2018

Cara Menulis Puisi Dengan 4 Langkah Sederhana

cara menulis puisi

Banyak orang yang kesulitan ketika menulis puisi
Padahal kalau tahu caranya, membuat puisi tidaklah sulit
Pada artikel ini saya akan memaparkan bagaimana membuat membuat puisi dengan 4 langkah sederhana, yaitu :
Pertama : Menentukan tema puisi
Kedua : Menyiapkan bahan
Ketiga : Merangkai kata
Keempat : Membuat judul
Untuk penjelasan lengkapnya mari kita lihat pemaparan berikut ini :
1.   Menentukan Tema Puisi
Tema puisi adalah pokok pembahasan yang akan kamu tuangkan dalam bentuk puisi
Kebanyakan orang ketika membuat puisi bingung ditahap ini
Dalam menentukan tema puisi pilihlah tema yang kamu sukai dan kuasai
Ini sangat penting sekali agar ketika kamu menulis puisi tersebut dengan perasaan enjoy bukan dalam keadaan tertekan
Baiklah agar bisa langsung praktek kita ambil temanya tentang alam, dengan objeknya pantai

2.   Menyiapkan Bahan
Tentu saja karena ini kegiatan menulis maka yang harus disiapkan kertas dan alat tulis
Karena objeknya pantai maka siapkan bahan yang berhubungan dengan pantai misalnya gambar pantai atau video pantai
Bahan ini tidak perlu kamu siapkan jika kamu punya imajinasi yang kuat tentang pantai
Jika rumah kamu dekat pantai langsung saja kepantai
Lalu kamu tuliskan apa yang kamu lihat atau yang kamu imajinasikan tentang pantai
Jika kamu pernah ke pantai tuliskan juga apa yang kamu rasakan ketika dipantai
Misalnya :
Langit biru
Awan berarak
Burung camar
Ombak bergulung
Perahu nelayan
Pasir putih
Pohon nyiur
Angin berhembus
Suasana tenang dan damai


3.   Merangkai Kata
Setalah kamu mencatat apa saja yang kamu lihat dan rasakan tentang pantai
Sekarang saatnya merangkainya menjadi puisi
Dalam merangkai kata ini ditentukan oleh perbendaharaan kosa kata kamu
Oleh karena itu jika kamu memang mempunyai minat tentang puisi, perbanyaklah membaca
Khususnya yang berkaitan dengan sastra
Berikut hasil merangkai kata dari contoh diatas :

Contoh 1
Langit biru terhampar luas
Awan berarak bergerak bebas
Ombak bergulung siap menghempas
Perahu nelayan mengarungi lautan luas

Pasir putih terhampar luas
Pohon nyiur ditiup angin berayun bebas
Angin berhembus kuhirup bebas
Menciptakan suasana damai dialam bebas


Contoh 2
Langit biru gapai tanganku
Hempaskan aku pada awan berarak yang menyelimutimu
Agar kudengar kicauan burung camar yang sedang mengeluh
Tentang ombak bergulung yang menjelma menjadi musuh

Dihamparan pasir putih kutulis namaku dan namamu
Disaksikan pohon nyiur yang melambai tanda setuju
Seketika angin berhembus menerpa tubuhku
Sejuk damai menikam kalbu

Contoh 3
Pada langit biru kukabarkan berita
Derita batin yang sedang ku alami
Awan berarak menatapku iba
Burung camar terbang tak peduli

Ombak bergulung mengajarkanku tabah
Pada pasir putih kutuangkan isi hati
Biarlah angin berhembus yang akan membawa segala duka
Takkan kubiarkan hatiku dirampas sedih

Dalam merangkai kata menjadi puisi kamu harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
a.   Tujuan puisi yang kamu tulis
Puisi merupakan ungkapan perasaan manusia baik senang maupun sedih
Oleh karena itu tujuan kamu menulis puisi apa?
Apakah kamu ingin mengungkapkan perasaan senang atau sedih
Ini berkaitan dengan pemilihan kata
Jangan sampai kamu ingin mengungkapkan perasaan senang tapi orang yang membaca puisi kamu malah sedih, atau sebaliknya

b.   Rima yang akan kamu gunakan
Rima adalah persamaan bunyi yang berfungsi memberi keindahan pada puisi
Berikut ini jenis-jenis rima yang bisa kamu pilih :
1)   Rima Lurus atau sama bunyi (a-a-a-a)
Contoh :
Langit biru terhampar luas (a)
Awan berarak bergerak bebas (a)
Ombak bergulung siap menghempas (a)
Perahu nelayan mengarungi lautan luas (a)

2)   Rima Bersilang (a-b-a-b)
Contoh :
Pada langit biru kukabarkan berita (a)
Derita batin yang sedang ku alami (b)
Awan berarak menatapku iba (a)
Burung camar terbang tak peduli (b)

3)   Rima Berangkai/Berpasangan (a-a-b-b)
Contoh :
Aku sangat sayang padanya (a)
Setiap hari aku bermain dengannya (a)
Mulai dari pagi hingga petang (b)
Bahkan sampai malam menjelang (b)

4)   Rima Patah (a-a-a-b/a-b-a-a/a-a-b-a)
Contoh:
Selalu kau teringat padaku(a)
Seperti aku tak pernah lupa padamu(a)
Tak sepatah keluar dari mulutmu (a)
Tapi setitik air mata tercurah (b)

5)   Rima Berpeluk (a-b-b-a)
Contoh :
Kini aku sudah besar (a)
Sibuk dengan teman-temanku (b)
Sehingga aku meninggalkanmu (b)
Duduk sendiri di sudut kamar (a)

c.   Jumlah baris
Selain rima kamu juga harus menentukan jumlah baris dalam tiap bait  dari puisi yang kamu buat
Tujuannya disamping keteraturan juga agar mudah bagi kamu untuk membuat rimanya
Berikut ini jumlah baris yang bisa kamu pilih :

1)   Dua baris dalam tiap baitnya (distikon)
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

2)   Tiga baris dalam tiap baitnya (terzina). 
Contoh
Ayah…
Tajamnya matamu menyiratkan kekuatan
Dalam mendidik kami untuk tegap

Ayah..
Otot tanganmu tak pernah lelah
Membimbing kamu selalu maju ke depan

Terima kasih slalu kuucapkan
Atas semua pengorbanan dan letihmu
Semoga Tuhan selalu menjagamu

3)   Empat baris dalam tiap baitnya (quatrain)
Contoh
Mulai menyeruak pelan
Kenangan masa kecil dulu
Mulai teringat pasti
Peluhmu untuk tawaku

Kini semua tak serupa
Tawamu bahkan tak bisa kuperjuangkan
Tawamu tak bisa kepandang
Oh Ibuku tersayang

4)   Lima baris dalam tiap baitnya (quint)
Contoh
Detak jantungmu mengubah hidupku
Gerakan halusmu menyeruak jiwaku
Tendangan kencangmu menengok dunia
Selamat datang…
Putri kecilku

5)   Enam baris dalam tiap baitnya (sektet)
Contoh
Bangunan reot kayu tua
Atap jerami yang mulai tertembus
Pintu yang tak lagi rapat
Tanpa jendela melihat dunia
Rintikan hujan tak lagi bisa dibendung
Rumahku kenanganku

6)   Tujuh baris dalam tiap baitnya (septime)
Contoh
Akankah datang…
Pagi esok dengan embun di atas daun
Sapaan halus dari bibir kecilmu
Rengkuhan manja dari tangan kecilmu
Langkah terhuyung namun semangat
Suaramu yang selalu memanggilku
Ibu…

7)   Delapan baris dalam tiap baitnya (oktaf/stanza)
Contoh
Selama langit masih biru
Selama awan masih putih
Selama matahari masih bersinar
Selama siang berganti malam
Selama bintang bersama bulan
Kupanjatkan selalu doaku
Semoga kau sehat selalu
Oh Ayah Ibu…


4.   Membuat Judul
Setelah puisi berhasil kamu buat maka lengkapilah dengan judul
Judul berfungsi untuk menarik orang untuk membaca puisi kamu
Oleh karena itu buat judul puisi kamu semenarik mungkin
Disamping itu judul juga berfungsi sebagai identitas puisi kamu
Coba bayangkan setelah kamu berhasil membuat banyak puisi tanpa kamu beri judul
Lalu ada yang tertarik dengan puisi kamu, lalu dia minta kamu membuat puisi seperti yang kamu buat
Tentu kamu akan kesulitan untuk menemukan puisi yang dia maksud
Tapi jika puisi kamu punya judul tinggal menanyakan judul puisinya apa?
Maka dengan mudah kamu menemukannya
Berdasarkan contoh 1, 2, dan 3 pada tahap merangkai kata di atas, setelah diberi judul maka jadilah puisi seperti ini :

Kutemukan Damai di Pantai

Langit biru terhampar luas
Awan berarak bergerak bebas
Ombak bergulung siap menghempas
Perahu nelayan mengarungi lautan luas

Pasir putih terhampar luas
Pohon nyiur ditiup angin berayun bebas
Angin berhembus kuhirup bebas
Menciptakan suasana damai dialam bebas



Pantai Jadi Saksi Cintaku

Langit biru gapai tanganku
Hempaskan aku pada awan berarak yang menyelimutimu
Agar kudengar kicauan burung camar yang sedang mengeluh
Tentang ombak bergulung yang menjelma menjadi musuh

Dihamparan pasir putih kutulis namaku dan namamu
Disaksikan pohon nyiur yang melambai tanda setuju
Seketika angin berhembus menerpa tubuhku
Sejuk damai menikam kalbu


Pada Pantai Kukabarkan Lara

Pada langit biru kukabarkan berita
Derita batin yang sedang ku alami
Awan berarak menatapku iba
Burung camar terbang tak peduli

Ombak bergulung mengajarkanku tabah
Pada pasir putih kutuangkan isi hati
Biarlah angin berhembus yang akan membawa segala duka
Takkan kubiarkan hatiku dirampas sedih


Mudah-mudahan dengan 4 langkah sederhana ini kamu sudah bisa membuat puisi
“Selamat Berkarya”


Jika ingin membagikan artikel ini, silahkan klik tombol share di bawah ini




1 komentar:

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...