Kamis, 12 Desember 2019

Puisi : Harapan Yang Hilang

Harapan Yang Hilang

Karya : Salohot Nasution


Anaknya semata wayang

Ia besarkan penuh kasih sayang

Menjalani hidup dengan membanting tulang

Pasrah menjadi tulang punggung seorang

 

Pada anaknya ia titipkan harapan

Semoga kelak hidup mapan

Mampu memutus rantai kemiskinan

Yang telah mengikat selama tujuh turunan

 

Tubuhnya telah renta

Apalagi dia hanya wanita tua

Namun ia telah melupakan rasa lelah

Dan telah menguburkan kata menyerah

 

Semua perjuangan dan pengorbanannya

Ia persembahkan untuk kesuksesan anaknya

Setiap hari ia panjatkan do'a

Semoga Yang Maha Kuasa memberikan anaknya bahagia

 

Sore itu ia pulang ke rumah

Setelah tubuhnya letih di sawah

Ia dapati ramai orang di depan rumah

Sambil mengusung jenazah

 

Ia temukan anaknya tak bernyawa

Dengan tubuh penuh luka

Seketika itu dunia gelap gulita

Terasa sesak di dalam dada

 

Keteguhan hatinya telah hancur

Semangatnya telah lebur

Ia rasakan dunia hilang benderang

Ketika menyadari harapannya telah hilang

 

Aceh Timur, 3 Desember 2019

 

Puisi di atas diikutsertakan dalam Lomba Cipta Puisi Nasional tema Harapan yang diselenggarakan oleh Rofsikaha Media (@rofsikaha_media)

sertifikat penulis terpilih

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...