Sabtu, 21 Juli 2018

Prosa Lama : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

prosa lama

A.  Pengertian Prosa Lama
Prosa lama adalah sebuah karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari kebudayaan barat.
Dengan kata lain prosa lama adalah karya satra asli Indonesia
Pada awalnya prosa lama ini berbentuk lisan karena waktu itu belum ditemukannya alat tulis menulis.
Namun, sekarang prosa lama ini  sudah dibuat dalam bentuk tulisan.

B.  Ciri-Ciri Prosa Lama
Prosa lama mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.   Bahasanya menunjukkan bentuk-bentuk yang tradisional
Bahasa yang digunakan dalam prosa lama mempunyai bentuk-bentuk tradisional, antara lain :
a.   Banyak memakai kata penghubung yang menyatakan urutan peristiwa
Contoh : harta, syahdan, maka, arkian, sebermula, dan lalu.
b.   Banyak memakai bentuk yang tetap sehingga terdapat banyak pengulangan kata
Contoh : Kata sahibul hikayat, ada sebuah negeri di tanah Andalas Palembang namanya, Demang Lebar Daun nama rajanya, asalnya daripada anak cucu Raja Sultan, Muara Tatang nama sungainya. (dari Sejarah Melayu)
c.   Banyak memakai bentuk partikel pun dan lah
d.   Banyak memakai kalimat inversi
Contoh : Syahdan maka bertemulah rakyat Siam dengan rakyat Keling, lalu berperang.
Lalu diceritakanlah segala kelakuan tuan putri dengan nahkoda itu.

2.   Diferensiasi Sedikit 
Prosa lama mempunyai diferensiasi yang sedikit karena perhubungan beberapa unsur kuat sekali.

3.   Statis
Prosa lama antara satu cerita dengan cerita yang lain mempunyai persamaan baik dari segi bentuknya, trmanya, maupun pola-pola kalimatnya.
Bahkan banyak kalimat dan ungkapan yang sama betul
Contoh perbandingan Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bangsawan

4.   Pokok Cerita
Pokok cerita prosa lama tentang raja-raja dengan istananya, pemerintahannya, orang bawahannya, dan lain-lain.
Tidak pernah menceritakan orang kebanyakan, kalaupun ada, yang diceritakan adalah orang kebanyakan yang luar biasa.
Misalnya, orang yang sangat dungu atau yang sangat cerdik dan orang yang selalu malang.

5.   Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat 
Prosa lama kebanyakan tidak diketahui siapa pengarangnya.
Karena prosa lama diceritakan secara turun-temurun
Kalaupun dicantumkan suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya.

6.   Tradisional 
Prosa lama memiliki pola-pola bentuk yang dijadikan transisi.
Kalimat-kalimat dan ungkapan-ungkapan yang sama terdapat dalam cerita-cerita yang berlainan
Bahkan di dalam satu cerita juga sering diulang-ulang.

7. Tidak mengindahkan sejarah atau perhitungan tahun
Prosa lama yang menceritakan tentang asal usul raja dan kaum bangsawan dan kejadian-kejadian yang penting
Tidak memperhatikan perurutan waktu dan kejadian-kejadiannya (tidak kronologis).
Nama-nama tempat terjadinya perisitiwa juga tidak jelas.

C.  Jenis-Jenis prosa lama
Adapun jenis-jenis prosa lama sebagai berikut :
1.    Cerita Berbingkai
Cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya.
Contoh: Kisah 1001 Malam (dari Baghdad), Kisah 1001 Hari (dari Persia)

2.    Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal.
Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut:
a.    Dongeng Jenaka
Dongeng tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik yang dilukiskan secara humor.
Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.
b.    Fabel
Dongeng yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang).
Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dll.
c.    Legenda
Dongeng yang menceritakan tentang terjadinya suatu tempat atau wilayah.
Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, Legenda Surabaya, dll.

d.    Mite (Mitos)
Dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempuyai kekuatan gaib.
Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, Dewi Sri, dll.

e.    Parabel
Cerita yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan.
Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita, dll.
f.     Sage
Dongeng yang berhubungan dengan sejarah, menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang.
Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dll.

3.    Epos (Wiracarita)
Cerita yang menceritakan kisah kepahlawanan (wira berarti pahlawan dan carita adalah cerita/kisah).
Epos seringkali dinyatakan dalam bentuk syair.
Beberapa contoh epos terkenal adalah RamayanaMahabharataIlliadOdysseusLa Chanson de RolandLa Galigo, dan Hikayat Hang Tuah.  

4.    Hikayat
Cerita yang menceritakan kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib.
Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah.
Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Sang Boma, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

5.    Kisah
Cerita yang menceritakan tentang perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain.
Contoh: Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.

6.    Pelipur Lara
Cerita yang menceritakan tentang kehebatan seorang kesatria yang fantastik.
Ksatria yang digambarkan gagah berani dan tampan, di temani oleh putri-putri cantik dan baik hati.
Cerita pelipur lara yang telah dibukukan antara lain berjudul Hikayat Malim Demam, Cerita si Umbut Muda, Hikayat Awang Sulung Merah Muda, Hikayat Anggun Cik Tunggal dan lain-lainnya.

7.    Sejarah (Tambo)
Cerita yang isi diambil dari suatu peristiwa sejarah.dan bisa dibuktikan dengan fakta.
Selain peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja.
Sejarah yang berisikan silsilah raja ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama.
Contoh: Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.

1 komentar:

  1. Sangat menarik, kira-kira kalau novel bisa disebut prosa atau tidak gan?

    BalasHapus

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...