Sabtu, 18 Juli 2020

Puisi : Rindu Omelan Ibu

Rindu Omelan Ibu

Karya : Salohot Nasution

rindu omelan ibu

 

Lima tahun yang lalu aku berlalu

Pergi meninggalkan rumah karena sendu

Merasa jengkel mendengar omelan ibu

Yang tak jemu mengingatkan jangan buang-buang waktu

 

Masa muda adalah masa pencarian jati diri

Masih senang berkelana kesana kemari

Belum bisa menemukan ketetapan hati

Di mata ibu itu tak punya arti

 

Di perantauan jiwaku melayang

Kudengar ibu memanggilku pulang

“Pulanglah nak, sebelum hari petang”

“Sebelum pusara terlanjur membentang”

 

Akhirnya kuputuskan untuk pulang ke rumah

Palung dada dipenuhi rindu yang membuncah

Di depan pintu ibu menunggu dengan tabah

Berharap anak lelakinya pulang atau sekedar singgah

 

Kucium kedua telapak tangan ibu

Tangan yang dulu lelah membesarkanku

Kupeluk erat tubuh ibu yang mulai renta itu

Lalu kubisikkan “Ibu, aku rindu omelanmu”

 

 

Aceh Timur, 11 Juli 2020

 

Puisi di atas diikutsertakan dalam Event Menulis Puisi dengan tema Pulang yang diselenggarakan oleh Penerbit Aksara Makna ( @penerbitaksama) pada tanggal 11 Juli 2020

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...