Jumat, 31 Juli 2020

Puisi : Guru Tua

Guru Tua

Salohot Nasution

guru tua

 

Tubuh itu kini telah renta dimakan usia

Namun semangat mengabdinya masih menyala

Setiap hari ia tebar ilmu pengetahuan kepada muridnya

Menghabiskan sisa usia, menjadi guru mulia

 

Ketika muda ia turut serta bergerilya

Mengangkat senjata mengusir penjajah, meraih merdeka

Mengorbankan segala harta yang ia punya

Sekalipun itu harus berpisah nyawa dengan raga

 

Setelah kemerdekaan berhasil digenggam negeri ini

Ia memilih mengajar sebagai jalan berbakti

Menjalani hidup sederhana tanpa mengharapkan materi

Menghidupi keluarga dengan mengolah tanah, menjadi petani

 

Ia abaikan godaan sertifikasi yang menari-nari

Kebahagiaannya bukan pada banyaknya materi

Melainkan pada keberhasilan muridnya meraih mimpi

Semua pengorbanan dan pengabdiannya lahir dari nasionalisme murni

 

Aceh Timur, 24 Juli 2020

 

Puisi di atas masuk Juara Favorit dalam Event Cipta Puisi Abiezhian 2 dengan tema Nasionalisme yang diselenggarakan oleh Abiezhian ( @abiezhian) pada tanggal 27 Juli 2020

juara favorit

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...