Sabtu, 26 Desember 2020

Sepeda Baru

 

sepeda baru

Sepeda Baru

Karya : Salohot Nasution 

 

“Ayah, belikan aku sepeda baru” rengek anaknya

“Tunggu dirimu kelas lima anakku” jawab Ayahnya

Sekarang anak itu kelas empat, setahun lagi ia menunggu

Tak sabar rasanya menunggu, lambat terasa putaran waktu

 

Tepat saat anak itu kelas lima

Ayahnya telah tiada, meninggal dunia

Anak itu mendapatkan sepeda baru

Dibelikan Ibu, memenuhi janji sang Ayah dulu

 

Dituntunnya sepeda baru itu ke kuburan Ayahnya

Sesampainya dikuburan Ayahnya ia lalu berbisik

“Ayah, sekarang aku sudah kelas lima”

“Ini sepeda baru yang Ayah janjikan, ayo kita bersepeda bersama”

 

Bisikannya dibawa angin semilir

Melewati hutan, sawah, lautan lalu hilang entah kemana

Daun-daun kayu berguguran

Hujan turun rintik-rintik

 

Ia pun pulang meninggalkan kuburan Ayahnya

Tidak jauh ia melangkah “ Anakku” panggil Ayahnya

Ia menoleh ke belakang, ia lihat Ayahnya datang menghampiri

Merekapun bersepeda bersama, mengelilingi cakrawala

 

Aceh Timur, 15 Desember 2019

 

Puisi di atas dikutsertakan dalam Lomba Menulis Puisi Tema Lima yang diselenggarakan oleh Ellunar Publisher tanggal 20 Desember 2019

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDIH

  Ia ceritakan kepada malam Sebuah kisah yang kelam Ketika hati menjadi ulam Mengenang cinta yang suram   Ia ceritakan kepada bint...